Story from Listening to K-Lite FM

This is the story that I want to share. I have listened to the radio, K-Light FM K-Lite FM this afternoon.
It came from Andri Wongso… I will tell you in bahasa Indonesia.

pemuda diwawancarai direktur

17 November 2008
Pada suatu waktu ada seorang pemuda yang sedang melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan besar. Pemuda itu sudah melewati tahap tes pendahuluan, dan tinggal tahap wawancara dengan direktur perusahaan tersebut. Direktur tersebut menanyai pemuda itu. “Hai anak muda, apa cita-cita kamu?”
“Saya memiliki cita-cita duduk sebagai direktur seperti Bapak,” kata pemuda itu.
“Kamu tahu anak muda, untuk bisa menjadi seperti saya harus disertai dengan perjuangan keras dan tidak mudah?”
Pemuda itu mengangguk pertanda setuju.
“Apa pekerjaan orang tuamu, anak muda?” tanya direktur itu.
“Ayah saya telah meninggal sejak saya kecil. Saya dibesarkan oleh ibu saya, yang pekerjaannya berdagang,” jawab anak muda itu.
Kemudian direktur itu bertanya lagi, “Kamu tahu tanggal lahir ibumu?”
Jawab pemuda itu,”Tidak tahu, Pak. Keluarga kami tidak memiliki tradisi ulang tahun.”
“Aku ingin setelah kamu pulang nanti, kamu membasuh kaki ibumu. Setelah itu, datanglah kembali esok.”
Sepulangnya ke rumah, anak muda itu mulai membasuh kaki ibunya. Kaki ibunya yang sudah mulai keriput pertanda tua. Anak muda itu sambil memandangi wajah ibunya. Ibunya berkata, “Anakku, kamu sudah mulai dewasa.” Wajah ibunya mulai mengerut dan matanya menitikkan air mata pertanda terharu terhadap apa yang telah dilakukan oleh anaknya.
Anak muda itu mulai merasakan apa yang dirasakan ibunya. Dia sadar, ibunya sangat berarti baginya.

Sekembalinya ke tempat direktur perusahaan besar itu, anak muda itu ditanyai oleh direktur, “Sudah kau lakukan apa yang kutugaskan kemarin?”
“Sudah, Pak,” jawab pemuda itu.
“Apa yang kau rasakan anak muda?” tanya direktur.
“Saya merasa, ibu sangat berarti bagi saya. Tanpa ibu saya, saya tidak mungkin bisa menjadi seperti ini. Saya harus bisa membahagiakan ibu saya.”

Akhirnya direktur itu menerima anak muda itu bekerja di perusahaannya. Ia yakin hanya seorang yang bisa bersyukur dan memiliki cinta kasih lah yang dapat bekerja dengan sungguh-sungguh.

Buat yang masih memiliki orang tua lengkap, seperti saya, patutlah kita bersyukur terhadap apa yang kita miliki. Buat yang belum memiliki pekerjaan, seperti saya, teruslah berusaha. Usaha sendiri juga bagus. Pekerjaan itu jodoh. Teruslah berusaha untuk mencari jodoh itu. Hehe.🙂

Terima kasih buat Radio HP LG KG200 yang menemani saya menghabiskan malam selasa ini.
Tomorrow I will go to Jakarta, for psychotest, early in the morning. Hope it will be successful.

3 thoughts on “Story from Listening to K-Lite FM”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s